Visi dan Misi

V I S I :

Paroki Hati Kudus dibangun dan dikembangkan menjadi Umat Allah

  • Yang semakin setia sebagai murid-murid Yesus dalam menanggapi Kabar Gembira-Nya
  • Yang semakin setia sebagai saksi dan utusan-Nya di manapun mereka hidup dan bekerja

M I S I :

Memberdayakan lingkungan teritorial  paroki dan kelompok kategorial agar menjadi umat basis yang berkualitas dalam : iman, persaudaraan dan pelayanan.

  • Iman : berpusat pada perayaan Ekaristi, diperkokoh dengan pendalaman sabda Tuhan dan Ajaran Gereja, dihayati dalam penerimaan sakramen-sakramen.
  • Persaudaraan : makin dibangun ke dalam (antar sesama orang beriman) dan makin inklusif (dengantetangga se RT/RW) dengan kesediaan hadir pada peristiwa-peristiwa kehidupan (kelahiran, perkawinan, sakit, kematian,dan lain lain) dan dengan keadaran mendalam bahwa kita semua saudara sesama ciptaan Tuhan dan sesama sebangsa dan setanah air.
  • Pelayanan : makin menjangkau mereka yang miskin dan terpinggirkan dalam wilayah paroki, sehinggga dengan demikian kehadiran Gereja Katolik sungguh-sungguh memberi makna yang nyata bagi sesama, terutama yang menderita,

TUJUAN PASTORAL PAROKI HATI KUDUS

Serupa dengan gambaran hidup Jemaat perdana di Yerusalem (cfr. Kis: 2, 41 – 47) dan sebagaimana diharapkan oleh Gereja  Keuskupan Agung Jakarta, umat Paroki Hati Kudus Kramat bercita-cita menjadi umat yang   beriman teguh-mantap,  hidup dalam persekutuan dengan teman-teman seiman dan  dalam hubungan persaudaraan dengan semua orang.

  1. Beriman  teguh.

Umat Paroki Hati Kudus Kramat diharapkan memiliki iman yang teguh dan mantap. Iman ini berakar dalam hubungan pribadi yang erat dan mendalam dengan Tuhan dalam Yesus Kristus. Hubungan pribadi yang mendalam itu merasuk ke dalam hati dan budinya serta mendarah daging dalam sikap dan peri lakunya. Sebagai suatu hubungan pribadi iman itu bertumbuh kembang dengan mendengarkan Allah yang bersabda dalam  pergulatan hidup sehari-hari. Iman personal ini dipupuk dalam doa, ibadat, devosi, renungan, bacaan-bacaan rohani, penerimaan sakramen-sakramen, dan lain-lain. Dengan iman  teguh yang bersifat personal itu, umat tidak mudah goyah oleh “rayuan zaman”: gaya hidup konsumtif dan hedonistik serta jalan pintas (korupsi, kekerasan, obat-obat terlarang dan sebagainya.). Dengan iman itu, umat  tetap setia pada Yesus Kristus sebagaimana diajarkan oleh dan dihayati dalam Gereja Katolik Roma. Yesus Kristus merupakan “nilai tertinggi” baginya yang tidak bisa ditukar dengan siapa pun atau apa pun.

  1. 2.  Bersekutu dengan sesama umat.

Umat Paroki Hati Kudus Kramat diharapkan  bersikap terbuka dan sanggup menjalin persekutuan dengan sesama umat/kelompok umat katolik dalam Lingkungan / Wilayah / Paroki dan kelompok kategorial, karena sadar dan menghayati bahwa iman dapat bertumbuh dengan baik dan sehat  antara lain dalam dan melalui persekutuan. Umat terbuka memberikan apa yang dapat diberikannya (pikiran, tenaga, waktu, sebagaian hasil usaha) demi kebersamaan. Dalam persekutuan ini  umat saling mengenal,  saling menghibur, saling meneguhkan, saling membantu secara postitif dalam perkembangan pribadi, khususnya dalam kemajuan hidup rohani. Dengan ini umat diharapkan mempunyai “rasa memiliki” (sense of belonging) terhadap Lingkungan / Wilayah / Parokinya.

  1. Bersaudara dengan semua orang

Umat Paroki Hati Kudus Kramat yang beriman teguh-mantap dan yang hidup dalam persekutuan yang erat dengan sesama umatnya diharapkan memberi kesaksian mengenai nilai-nilai kristiani kepada masyarakat. Nilai-nilai kristiani itu adalah cinta kasih, kebaikan, persaudaraan, berpegang pada prinsip moral yang benar, rela memaafkan, ketekunan, kesabaran, dsb. Melalui kesaksian hidupnya  masyarakat terbuka hati dan pikirannya untuk melihat dan menyadari bahwa ada nilai yang harus diutamakan dalam hidup ini. Nilai itu adalah  hubungan pribadi erat dengan Tuhan yang terwujud dalam hubungan persaudaraan dengan sesama. Dengan demikian umat menjadi pelita dan garam di tengah masyarakat. Kehadirannya mengandung daya pikat. 

Comments are closed