Penyuluhan Seputar Katarak

Seksi Kesehatan Paroki Kramat bekerja sama dengan Klinik Mata Nusantara mengadakan penyuluhan tentang katarak pada hari Minggu 2 Desember 2018 jam 8 pagi di Aula St. Antonius lantai 3.

Penyuluhan dimulai agak terlambat dari jam yang direncanakan karena adanya rombongan peserta reuni aksi 212 yang membuat macet jalan Kramat Raya. Romo Y. Agung Setiadi OFM membuka penyuluhan dengan doa serta kata sambutan, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan oleh team Klinik Mata Nusantara.

Katarak merupakan kondisi yang alami, artinya setiap orang akan mengalami
proses penuaan, termasuk lensa matanya. Penuaan lensa mata tersebut mengakibatkan lensa menjadi keruh; mula-mula sedikit, kemudian bertambah banyak, sehingga pada akhirnya seluruh lensa menjadi keruh dan tidak dapat dilalui oleh cahaya lagi. Pada kondisi ini orang seakan buta karena tidak dapat melihat sama sekali. Proses penuaan pada lensa tersebut bervariasi 
pada setiap individu, ada yang timbulnya cepat, ada yang lambat. Sehingga ada yang pada usia 30-an tahun sudah katarak, ada yang umur 70 tahun belum katarak.

Penanganan katarak satu-satunya adalah dengan mengangkat lensa yang keruh dan menggantinya dengan lensa
buatan. Teknik operasi saat ini tidak perlu menunggu katarak harus “matang”, tetapi pada katarak yang masih awal pun sudah dapat dilakukan operasi. Karena teknik operasi saat ini adalah dengan mencairkan lensa mata yang keruh dengan alat, kemudian menyedotnya, lalu mengganti lensa keruh tersebut dengan lensa sintetis. Operasi tidak memerlukan pembiusan, cukup diteteskan obat anastesi lokal pada mata yang akan dioperasi, lalu membuat sayatan
di pinggir kornea selebar 1,2 mm. Operasi hanya berlangsung sekitar 15-25 menit dan tidak memerlukan jahitan di tempat sayatan. Sesudah operasi, pasien dapat beraktivitas normal kembali, tidak perlu
menjalani rawat inap.

Biaya operasi sangat tergantung pada mesin operasi dan lensa penggantinya. Khusus untuk umat paroki Kramat mendapatkan potongan sebesar Rp 5 juta yang berlaku sampai dengan pertengahan Januari 2019.

Sesi presentasi berlangsung sekitar 15 menit, yang kemudian diikuti tanya-jawab, sambil diadakan pemeriksaan gula darah, dan pemeriksaan visus mata secara manual serta pemeriksaan katarak awal.

Peserta yang mendafar dibatasi hanya 100 orang, tetapi saat itu yang hadir hanya 80 orang. Seluruh pemeriksaan mata berakhir pada jam 12.30.
(Alexandra)

Comments are closed