Pembukaan Bulan Maria: Ibuku yang Selalu Menolong

“Kristus bangkit, Kristus mulia, mari kita wartakan…” demikian lagu pembuka yang dinyanyikan dengan penuh semangat mengiringi perarakan patung Maria dalam misa Pembukaan Bulan Maria pada hari Senin, 1 Mei 2017 pukul 18.00 yang lalu. Enam bocah lucu dari Bina Iman Anak wilayah V berdiri di barisan depan perarakan. Mengikuti di belakangnya misdinar pembawa lilin, patung Ibu Maria yang ditandu oleh Legioner, misdinar, prodiakon dan Romo Agung OFM sebagai Imam yang mempersembahkan Ekaristi saat itu. Semua petugas liturgi dan anak-anak membawa sekuntum bunga yang kemudian dipersembahkan kepada Ibu Maria.

Umat yang hadir dipersilahkan untuk menuliskan harapan dan kerinduannya di atas kertas yang kemudian digantung pada pohon doa, sebagai tanda penyerahan diri kepada Ibu Maria. Bahwa kita percaya, dengan pertolongan doanya, Ibu Maria akan selalu menjadi perantara yang terbaik kepada Yesus Sang Putera. Segala harapan dan kerinduan yang tergantung di pohon doa itu kemudian didoakan secara umum dalam doa umat dan dibakar oleh Legioner setelah misa berakhir.

Dalam kotbahnya, Romo Agung menekankan pentingnya devosi kepada Ibu Maria sebagai salah satu sarana bagi kita, umat Katolik, untuk memperoleh keselamatan. Yesus sendiri yang menyerahkan Ibu-Nya untuk menjadi Ibu kita, artinya Yesus menghendaki kita semua datang kepada Ibu-Nya dan menerimanya sebagai Ibu. Dan selayaknya seorang Ibu yang selalu memperhatikan, melindungi dan menolong anak-anaknya, demikianlah Ibu Maria kepada kita.

Seringkali kita dengar atau membaca, banyak ucapan syukur atas terkabulnya permohonan melalui perantaraan Ibu Maria. Yang paling sering adalah dengan mendoakan Novena Tiga Salam Maria. Itu adalah bukti kekuatan doa Ibu Maria, yang kita yakini tidak akan ditolak oleh Yesus, karena cinta-Nya kepada Ibu-Nya. Seperti kesaksian seorang umat yang mengatakan bahwa ia selalu mendoakan Novena Tiga Salam Maria untuk segala kebutuhannya. Sejak duduk di bangku SD ia diperkenalkan doa Novena Tiga Salam Maria oleh orang tuanya, dan sampai saat ini doa itu tetap menjadi andalannya.

Sejak masih SD dan ingin melanjutkan sekolahnya ke SMP, selanjutnya dari SMP ke SMA, dan dari SMA ke perguruan tinggi, ia selalu mendapatkan sekolah atau kampus yang diinginkan. Setelah lulus kuliah, pekerjaan sangat mudah didapat. Bahkan ketika ia meminta pekerjaan dengan 4 kriteria: gaji cukup, kantor dekat dan tidak macet, lingkungan kerja yang “Katolik” dan hari Sabtu libur. Allah mengabulkannya. Itu hanya beberapa contoh di antara banyak sekali permohonan yang dikabulkan. Menurutnya, asal kita berdoa dengan penuh keyakinan dan melaksanakan nasihat Ibu Maria dalam pesta pernikahan di Kana, “Apa yang dikatakan(Nya) kepadamu, buatlah itu!” (Yoh 2:5), Allah akan memberi apa yang kita butuhkan.

Pentingnya devosi kepada Maria inilah yang mendorong para Legioner untuk mengajak umat berdoa Novena Tiga Salam Maria setiap hari Senin, pukul 18.30 (setelah misa harian) di Gua Maria Gereja Hati Kudus. Tujuannya hanya satu, yaitu supaya umat datang kepada Ibu Maria dan mengizinkan Ibu Maria masuk dalam kehidupannya, menjadi penasihat, penolong dan perantara doanya. Sebab kerinduan terbesar Ibu Maria adalah membawa sebanyak mungkin jiwa kepada Puteranya untuk diselamatkan. AVE MARIA.

(Kontributor: Fransisca Happy)

IMG_0388 IMG_0389 IMG_0387 IMG_0386

Leave a Reply