Lokakarya Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Regio Jawa

Tema : Sukacita Merajut Hidup Inklusif, Inovatif, dan Transformatif dalam Masyarakat Multikultural

17 – 19 Maret 2016, Hotel Panandanaran Semarang, Jawa Tengah

Lokakarya tersebut dihadiri oleh para perwakilan Komisi HAK Regio Jawa yang mereka merupakan perwakilan dari 7 Keuskupan (Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Bogor, Keuskupan Bandung, Keuskupan Surabaya, Keuskupan Purwokerto,  Keuskupan Malang dan Keuskupan Agung Semarang sebagai tuan rumah penyelengara dalam kerjasama dengan Komisi HAK KWI dan Bimas Katolik). Kegiatan dihadiri oleh masing-masing keuskupan dengan  perwakilan sebanyak 5 orang termasuk ketua Komisi yang seorang Pastor / Romo. Dari Keuskupan Agung Jakarta dihadiri oleh 5 orang yaitu : Rm. Antonius Suyadi, Pr  Ketua Komisi, Maria Clara F. Rahyu  (Paroki Hati Kudus, Kramat), MM. Restu Hapsari (Paroki St. Yoseph, Matraman), Ignatius Rudy Pratikno (Paroki St. Andreas, Kedoya), FX. Suhardi  (Paroki Maria Kusuma Karmel, Meruya)

Dalam Rekoleksi tersebut Mgr.  Yohanes Harun Yuwono  menyampaikan bahwa  proyek belas-kasih  lintas-batas yang terbesar adalah :

  • Aksi cinta alam
  • Aksi kemanusiaan
  • Aksi lawan narkoba
  • Aksi lawankorupsi
  • Aksi sanitasi lingkungan
  • Aksi belaskasih pada yang miskin

Loka karya tersebut juga mendapatkan pencerahan dari dua Kiai, tokoh Islam Nusantara. Mereka adalah KH Imam Pituduh (Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) dan Kiai Budi Harjono Aljawi (Pengasuh Pondok Pensentren Al-Islah Tembalang, Semarang Jawa Tengah. Kiai Imam yang dikenal dengan sapaan “Kiai Gondrong” dalam paparan nya menyampaikan kita harus terus berjuang merwat dan menyelamatkan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Undang-undang dasar 1945. Komitmen merawat empat pilar kebangsaan tersebut harus dilakukan mengingat ancaman terorisme dan intolenrasni yang terjadi di negeri ini tampak dalam gerakan-gerakan radikal di Indonesia. Ini menjadi semacam perang yang harus dilakukan bukan dalam sikap diam melainkan dengan berani menyuarakan dan mewartakan kebenaran dan keadilan, dengan saling bertukar like atau  share atas kabar baik yang mewartakan kebenaran, keadilan dan kesejahteraan. 

Pada sesi Kiai Budi Harjono Al-Jawi yang menjadi nara sumber bersama Rm. Aloys Budi Purnomo, Pr ditandai dengan tarian sukacita tarian Sufi yang merupakan tarian cinta. Musik dan tarian sufi menjadikan sarana untuk mewujudkan hidup yang damai. Dalam semangat saling mencintai dan menghargai, kita membangun hidup bersama-sama. Tidak ada lagi beda antara aku dan kau sebab kau hanyalah manisfetasi aku yang lain. Hidup keberagaman pun laksana taman bunga yang indah tanpa harus saling menghujat satu terhadap lainnya.

Akhir dari Loka karya di tutup dengan Misa yang di pimpin oleh Romo. Fx. Sukendar Wignyosumarta Pr. (Adminitrator Diosesan Keuskupan Agung Semarang). Kegiatan Regio Jawa tersebut secara periodic dilakukan setiap 2 tahun sekali, dan untuk tahun 2019 yang menjadi Tuan Rumah kegiatan Regio Jawa tersebut adalah Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) .

Maria Clara Fatima Rahayu

(Komisi / Ketua Sie HAAK Paroki Kramat)

Seminar Lokakarya

Seminar Lokakarya 2

Leave a Reply