Kristus Selalu Menunggumu, Saudara!

Dalam Perjanjian Lama, dikisahkan tentang ramalan para nabi bangsa Israel akan kedatangan ( ל ֵא ּ ונ ָּ מ ִ עbaca: Imanuel), Sang Juru Selamat yang dijanjikan הוהי (baca: Adonai, TUHAN). Kita mengimani bahwa Imanuel adalah Tuhan Yesus Kristus. Adven terjadi dalam penantian bangsa Israel hingga kelahiran Kristus di Betlehem. Itulah awal mula ‘Adven historis’, yakni penantian kedatangan Kristus yang pertama kalinya ke dunia.

Kemudian, Gereja meneruskannya dan menempatkan tradisi luhur ini sebagai permulaan masa liturgi Katolik. Tujuannya, kita diajak untuk semakin bertekun dalam hidup rohani-spiritual mempersiapkan kedatangan Kristus yang kedua kalinya pada akhir zaman. Inilah yang disebut ‘Adven eskatologis’, yakni pengenangan kedatangan Yesus yang pertama di dunia sembari mengarahkannya pada penantian kedatangan Kristus yang kedua
kalinya di akhir zaman (eskaton). Mengapa demikian? Karena kesempurnaan Kerajaan Kasih Allah di dunia akan terpenuhi di akhir zaman (1 Ptr 1:5).

Masa Adven (Adventus: kedatangan) adalah suatu masa persiapan rohani-spiritual umat beriman Katolik yang menantikan kedatangan Kristus. Adven mengingatkan kita untuk selalu berjaga-jaga menyongsong kepenuhan Kerajaan Allah di akhir zaman. Semua orang Katolik semestinya tahu, meskipun mungkin belum
banyak yang memahaminya.

Suster Ilia Delio OSF, teolog fransiskan, berpendapat bahwa dalam masa Adven, Kristus juga selalu menunggu kita untuk mengosongkan diri. Mungkin selama ini kita banyak mengisi diri dengan berbagai kecemasan, ketakutan, kegalauan, kepura-puraan, dan keraguan yang sia-sia. Padahal, Kristus membutuhkan hati yang terbuka untuk dicintai tanpa syarat.

Kristus telah bersabda, “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepala-Nya” (Mat. 8:20). Maukah kita menjadi “tempat” bagi-Nya untuk sejenak meletakkan kepala-Nya? Atau, bersediakah kita bersihbersih diri agar layak menjadi “ruang bersalin” bagi-Nya? Saudari dan saudaraku yang baik, Tuhan selalu menunggumu.*)
(Daku Morin)

Comments are closed