Cerpen : Salib Tanda Kemenangan dan Kesaksian Iman Kita

Aku seorang Katolik. Aku sadar bahwa banyak kekuranganku, terutama imanku. Jarang membaca Kitab Suci, menyakiti sesama, jarang mengikuti misa, sekalinya misa kadang aku tidak terlalu fokus. Bahkan ada hal-hal kecil yang seringkali aku abaikan, yakni untuk memulai makan yang seharusnya diawali dengan doa bukan? Mengapa rasanya seperti takut atau ada perasaan yang membuatku enggan membuat tanda kemenangan didepan orang banyak.

Suatu hari, aku mendengarkan homili dari seorang romo yang membawaku masuk dalam permenungan batin.“Saudara-saudara terkasih, kita seharusnya patut bersyukur, karena kita dapat memuji dan memuliakan nama Tuhan dengan khidmat dan tenang. Lihat saudara-saudara kita yang tetap memiliki kerinduan dan keinginan yang kuat untuk beribadah, meskipun harus menerima tekanan dan desakan dari mana-mana. Banyak saudara-saudara kita yang masih kesulitan dalam membangun rumah ibadah atau bahkan untuk berkumpul dalam suatu bangunan pun terasa begitu sulit. Jangan jadikan keberadaan kita ditengah-tengah kaum mayoritas sebagai suatu penghalang dalam mewartakan Kristus. Sebenarnya hal-hal seperti itu bisa kita atasi bersama. Coba telisik lagi kurangnya pada diri kita masing-masing apa. Kita kurang menjalin kebersamaan antar sesama, yang membuat orang lain tidak mengenal kita. Tidak mengenal diri kita. Selain menjalin komunikasi yang harmonis dengan sesama, mulailah juga untuk berani memperkenalkan Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Sudahkah kita memulai doa dengan tanda kemenangan saat ingin makan dalam keramaian? Atau memulai menjalankan aktivitas seperti di sekolah, kampus atau kantordengan doa. Jika hal itu saja kita masih canggung untuk melakukannya, bagaimana kita mau memperkenalkan Kristus kepada orang lain, biarlah ini menjadi identitas kita sebagai seorang Katolik.” tegas Romo dalam homilinya. Cerita Romo ini sangat menegur hidupku. Mungkin ini cara Tuhan untuk menyadarkanku bahwa memang menjadi pengikut Kristus tidaklah mudah. Namun selalu ada cara dan pertolongan Tuhan yang selalu menyertai kita.

Sejak saat itu, aku sadar dan mulai mendekatkan diriku kembali pada Allah. Memulai segala aktivitas dengan doa dan tak lupa dengan tanda kemenangan yang diajarkan-Nya. Aku juga mulai ikut komunitas Kitab Suci di gerejaku,dengan harapanagar lebih mendalami dan memahami konsekuensi menjadi seorang pengikut Kristus itu.

-Selesai-

Hari Minggu Kitab Suci Nasional yang kita rayakan hari ini menjadi suatu perayaan yang mengingatkan kita akan pentingnya membaca Kitab Suci dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya untuk lebih mengenal Kristus tetapi juga baik untuk perkembangan iman kita sendiri. “Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya” (Bdk. Mat 16:25). Kutipan Injil pada hari ini mengingatkan kita bahwa untuk menjadi pengikut Kristus kita tidak perlu takut kehilanganyan nyawa kita karena Kristus senantiasa menyertai kita semua umat-Nya. Semoga cerita singkat di atas menjadi renungan yang baik bagi kita semua agar kita selalu berani menyatakan iman kita akan Kristus dan rajin membaca Kitab Suci untuk lebih mengenal-Nya. (Priscilla & Arnold)

cerpen

Leave a Reply