Kursus Evangelisasi Pribadi VIII

kep8 Jalan Kebahagiaan : Berpusat Pada Yesus Kristus

Kursus Evangelisasi Pribadi Angkatan VIII

Gereja Hati Kudus – Paroki Kramat

Jangka Waktu : 1 Mei – 24 Agustus 2017

Biaya : Rp. 250.000,-

Contact Person : Sdri. Valent (0813 1458 0824)

Menjadi Warga Gereja yang Baik, dan Warga Negara yang Bertanggung Jawab

Menjadi Warga Gereja  yang Baik, dan Warga Negara yang Bertanggung Jawab

Menanggapi seruan pastoral dari KWI sehubungan dengan Pilkada Jakarta, maka Pada Minggu, 15 Januari 2017 yang lalu, Seksi HAAK Paroki Hati Kudus Yesus Kramat, menyelenggarakan talkshow tentang Pilkada Jakarta yang bertema ‘Pilkada Bermartabat untuk Kebaikan Bersama’, dengan moderator Yohanes Haryono dari Komisi Sie HAAK Keuskupan Agung Jakarta. Dalam talkshow ini, pihak penyelenggara mengundang pembicara Rm. Guido Suprapto, Pr., Yunarto Wijaya, dan Muhammad Qodari. Ketiganya dikenal sebagai pengamat politik Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang memadai tentang Pilkada Jakarta dan pengaruhnya bagi kehidupan kebangsaan Indonesia pada umumnya.

 “Kita harus menunjukkan identitas sebagai umat Kristiani tapi juga sekaligus warga negara yang turut bertanggung jawab terhadap tercapainya kehidupan masyarakat yang lebih adil dan manusiawi,” demikian pernyataan Rm. Agung, OFM saat membuka acara talkshow yang diselenggarakan di aula gereja paroki itu. Pastor Kepala Paroki Hati Kudus Kramat tersebut memandang bahwa proses ini dapat dilakukan dengan ikut terlibat langsung dalam proses memilih pemimpin yang mampu membawa masyarakat Jakarta ke arah yang lebih baik dan manusiawi.

Pembicara pertama, Rm. Prapto mengingatkan kembali tentang panggilan dan perutusan kita sebagai pengikut Kristus untuk menjadi garam dan terang dunia. “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” (Mat 22:21) katanya. Karena itu umat diharapkan dapat terlibat aktif di dalamnya sebagai bentuk panggilan dan perutusan Kristiani, juga kewajiban sebagai warga negara. Dalam sesi tanya jawab, ia menekankan bahwa sebagai lembaga, Gereja bukanlah partai politik dan tidak boleh masuk dalam lingkaran politik praktis termasuk mengarahkan umatnya untuk memilih salah satu pasangan calon peserta pilkada.

Melalui ilustrasi tentang perubahan yang terjadi di Jakarta, Yunarto Wijaya, selaku pembicara kedua mengungkapkan bahwa kalau calonnya seorang incumben – pejabat gubernur sebelumnya. Hendaknya  yang menjadi bahan pertimbangan adalah tingkat kepuasan publik terhadap hasil kerjanya selama ini dan bukan faktor psikologis apalagi unsur primordial seperti agama, suku, dan ras. Primordialitas boleh menjadi salah satu faktor penentu tapi hendaknya ditempatkan sebagai unsur terakhir jika karakter dan kinerja para calon berimbang.

Muhammad Qodari bercerita banyak tentang perjumpaannya dengan orang-orang dan lembaga Gereja Katolik. “Pilkada adalah urusan kompetensi para calon, dan bukan urusan latar belakang primordial, “ katanya tegas. Maka yang harus menjadi pertimbangan utama bagi kita adalah kemampuan dan integritas para calon dalam mengelola pemerintahan daerah.

Saat ini, Jakarta sedang berada dalam situasi krisis dan kritis dengan adanya ormas yang memaksakan kehendaknya kepada pihak lain berdasarkan unsur primordial. Jakarta menjadi seperti Indonesia sebelum tahun 1945. Siapa pun pemenangnya, Pilkada Jakarta akan dapat menentukan nasib kebangsaan ke depan. Yang sekarang harus dilawan adalah orang-orang barbar yang kalau diberi kekuasaan akan menjadi penindas bagi mereka yang dianggap berbeda atau tidak sehaluan dengannya. Karena itu, kita sebagai warga negara harus dapat memilih secara cerdas dan bertanggung jawab dengan alasan-alasan yang rasional.

Tentang penyelenggaran talkshow ini, seorang umat Paroki Antonius Padua yang tinggal di Otista mengungkapkan kepuasannya. Ia yang tadinya sekadar ingin tahu tentang hubungan antara Gereja dan politik merasa mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang baru tentang dampak yang lebih besar dari pilkada, khususnya di Jakarta yang selama ini tidak disadarinya. Hanya saja, ia menyayangkan kurangnya keterlibatan kaum muda Gereja dalam acara tersebut.

Acara ini ditutup dengan doa syukur karena acara dapat berlangsung dengan baik, dan dilanjutkan dengan foto bersama panitia dan semua nara sumber, selain Rm. Guido Suprapto, Pr. Setelah itu, banyak peserta talkshow yang berebutan untuk berfoto bersama dengan para pembicara.

Reporter : Stefanus Andry – Dokumentasi : Arnold Wijaya

DSC_1075 DSC_1110 wp wp3 wp4

“Pemimpin DKI” Memilih Pemimpin DKI Jakarta Yang Adil dan Bermartabat

leaflet-30-ribuSeksi Hubungan antar Agama dan Kemasyarakatan Gereja Hati Kudus – Kramat menyelenggarakan kegiatan Talkshow.

“Pemimpin DKI” Memilih Pemimpin DKI Jakarta Yang Adil dan Bermartabat

Hari / tanggal : Minggu, 15 Januari 2017

Waktu : 09.00 – 13.00 WIB

Tempat : Aula Lantai 3 Gedung Antonius, Gereja Hati Kudus, Jalan Kramat Raya 134, Jakarta

Pembicara :

  • RD. Guido Suprapto, PR (Sekretaris Komisi Kerawan KWI)
  • Yunarto Wijaya (Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia)
  • Muhammad Qodari (Direktur Eksekutif Indo Barometer)
  • Moderator : Yohanes Haryono (Komisi Sie. HAAK KAJ)

Biaya : Rp. 30.000,- (snack dan makan siang)

Info lebih lanjut lihat pada gambar.

Perayaan Hari Disabilitas Internasional

3 Desember 2016 diperingati sebagai hari Disabilitas International. Gereja Hati Kudus Kramat menjadi tempat yang istimewa bagi penyandang disabilitas di Keuskupan Agung Jakarta karena disini diadakan Perayaan Ekaristi untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional tersebut. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RP Y. Agung Setiadi, OFM dan RP Al. Andang Binawan, SJ dimulai pukul 13.30 dan dilanjutkan dengan Pentas Seni di Aula Vincentius yang dihadiri oleh sekitar 200 orang UBK.

Dalam khotbahnya, Romo Andang menyampaikan pesan Bapa Uskup yang tidak dapat hadir karena sedang berada di Colombo, untuk lebih peduli kepada saudara-saudari kita yang berkebutuhan khusus yang mengakibatkan keterbatasan dalam pola hidup pribadi maupun sosial mereka, juga sebagai tanda pertobatan kita. Mereka juga adalah anak-anak Allah Bapa yang terkasih yang sungguh berharga di mataNya, demikian juga bagi Gereja.

Walaupun menyandang keterbatasan fisik, ternyata mereka mampu menujukkan talenta yang Allah berikan seperti suara yang bagus, yang mengiringi Perayaan Ekaristi dalam koor dan organis dari tuna netra, melakukan aksi permainan angklung, menari dan menyanyi dalam pentas seni yang diadakan sesudah Perayaan Ekaristi di aula Vincentius. Pentas seni menampilkan beberapa pertunjukan seperti :

  • Permainan angklung oleh kelompok Lovely Hands,
  • Puisi, perkusi, dan tarian oleh kelompok Glowing Stars
  • Tarian Rampak oleh Sang Timur
  • Tarian Warok oleh SLB Pangudi Luhur
  • Tarian Tor Tor oleh Kelompok Kasih Bunda
  • Tarian Gemu Famire oleh kelompok KOMPAK
  • Nyanyian oleh Adi dan Hari (tunanetra)

Acara yang sudah disiapkan oleh panitia dari KOMPAK dan sukarelawan/ti selama lebih dari 1 bulan ini, berlangsung dengan kemeriahan dan kegembiraan yang memang benar-benar terasa memberikan kepedulian, sapaan dan kasih bagi saudara saudara kita yang berkebutuhan khusus. Melalui acara ini kita diajak untuk mewujudkan Indonesia yang ramah disabilitas, meneladan Yesus dalam bersikap kepada saudara kita yang mempunyai kekhususan dengan tidak membeda-bedakan dan mengajak mereka berjalan bersama sebagai keluarga.

Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian kepada saudara-saudari penyandang disabilitas: panitia, komunitas, lembaga sosial, pribadi, dan terutama kepada orangtua dan keluarganya yang setia mendampingi mereka. Berkat teladan kesetiaan, kesabaran dan cinta kasih yang telah mereka tunjukkan, merupakan jawaban terhadap panggilan Allah untuk menjadi semakin berbelas kasih seperti Bapa yang berbelas kasih. (Budisan)

1

Retret Misdinar 2016

Rabu, 29 Juli, kelompok Misdinar Gereja Hati Kudus mengadakan acara retret selama 3 hari 2 malam. Acara ini bertempat di St. Monica I, Kp. Cipare, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Bogor. Acara yang diikuti oleh 70 orang peserta yang terdiri dari anggota misdinar dan non misdinar ini mengambil tema “Spirit, Serve, Dynamic”. Tema ini diambil mengingat acara ini memiliki beberapa tujuan antara lain untuk meneguhkan hati setiap putra-putri Altar dalam karya pelayanan, mengasah bakat kepemimpinan, mempererat tali persaudaraan, sarana refleksi bagi setiap putra-putri Altar dalam kehidupan pribadi dan karya pelayanan serta melatih cara berorganisasi.

Acara retret ini didampingi oleh Sr. Chrysmery, CB & Fr. Fernando Nujun OFM sebagai pembimbing Misdinar, Bpk. Franklin B. Santoso (Franky) selaku penanggung jawab Misdinar Paroki Kramat, serta Leonardus Yoritomo dan team selaku pemberi materi dalam acara retret ini.

“Kedepannya saya berharap PPA (Putra Putri Altar) GHK tetap memiliki semangat yang positif sehingga lebih bersemangat dalam menjalankan tugas pelayanan di Gereja maupun di luar Gereja. Selain itu semoga jiwa-jiwa dinamis masa muda dengan semangat yang membara dan juga ide-ide kreatif dapat membangun PPA (Putra Putri Altar) GHK menjadi lebih baik lagi & tetap solid,” tegas Sylvi – Ketua Misdinar Paroki Kramat.

“Selama ini di misdinar dikenal dgn “senior” dan “junior”. Setelah retret ini sudah tidak ada lagi istilah tersebut. Yang ada hanya kakak dan adik. Karena senior dan junior akan membuka “jurang” yang dalam bagi misdinar, sehingga si “senior” akan berbuat “semena-mena” terhadap si “junior” dan semoga retret ini memberikan “kepercayaan” kepada orang tua misdinar dan orangtua calon misdinar supaya mereka mau mengizinkan anak-anaknya untuk ikut misdinar,” jawab Bpk. Franky saat ditanya oleh tim redaksi mengenai harapan beliau dengan adanya acara retret ini.

1467612346356Foto Lengkap Lihat Menu Galeri – Foto

 

 

Camping OMK

Jumat, 8 Juli sampai dengan 10 Juli 2016 kelompok Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kramat mengadakan acara camping dengan tema “Find God in The Peace of Nature”. Acara yang diikutin oleh kurang lebih 75 orang ini diadakan di Mandalawangi, Cibodas. Camping OMK pada tahun ini bertujuan untuk mengajak lebih banyak anak muda bergabung sebagai regenerasi OMK selanjutnya serta mengajak anak muda untuk menemukan atau menyadari keberadaan Tuhan di tengah alam ciptaan-Nya.
Acara yang diadakan selama 3 hari 2 malam ini secara garis besar diisi dengan kegiatan yang mengakrabkan satu sama lain sebagai OMK Paroki Kramat dan juga mengajak anak muda untuk survive di alam dengan seperti memasak makanannya sendiri. Cukup banyak pihak yang telah terlibat dalam membantu panitia demi keberlangsungan acara camping OMK di tahun ini serta pihak-pihak yang juga mendukung secara penuh acara ini.
“Harapan saya dengan terlaksananya camping ini, OMK semakin akrab dan solid. Serta semakin banyak anak muda yang mau ikut aktif dalam melayani Tuhan dan sesama,” kata Blanca – Ketua Panitia Camping OMK 2016 saat diwawancara oleh tim Warta Paroki.
“Untuk yang hobi travelling atau olahraga acara ini sangat seru, terutama dalam konteks kegiatan rohani dan kemandirian, acara ini juga mengajarkan kita untuk mencintai alam. Tetapi dalam konteks bersosialisasi, saling menghargai dan kemandirian, acara-acara yang ada dalam camping ini masih kurang menantang karena pembahasan kemarin masih sangat dasar dan kurang cocok untuk umur di atas 20 tahun. Semoga acara selanjutnya dapat benar-benar merangkul semua golongan usia OMK,” kata Stefany Bernadina – OMK Lingkungan St. Bernadina, Wilayah 4 saat diwawancara tim Warta Paroki mengenai pendapatnya setelah mengikuti acara camping OMK.

camping_omk

Retret Lektor 2016

Sabtu, 10 September sampai dengan hari Senin, 12 September, kelompok Lektor Gereja Hati Kudus – Kramat mengadakan kegiatan Retret yang diadakan di Civita Youth Camp, Ciputat. Acara yang diikuti oleh 30 orang lektor ini mengambil tema “Kerahiman Allah Mendewasakan Iman dan Berbuah dalam Pelayanan.” Tema ini dipilih mengingat pentingnya kesadaran seorang lektor untuk dapat merasakan kerahiman Allah yang merupakan sumber kasih sejati dan alasan utama untuk melayani. Selain itu, para lektor diharapkan dapat melihat perjalanan pelayanan mereka selama ini apakah sudah dilakukan secara dewasa dan berbuah kebaikan bagi umat yang mendengarkan Firman Tuhan.

Retret Lektor dibuka dengan ibadat Pembukaan Retret yang dipersembahkan oleh Diakon Virgilius, OFM yang merupakan pembimbing kelompok Lektor Gereja Hati Kudus – Kramat. Retret tahun ini dibimbing oleh para pembimbing dari rumah retret Civita Youth Camp yaitu RP. Odemus Bei Witono, SJ, RP. Thomas Salimun Sarjumunarsa, SJ, dan Suster Reni, CB yang terbagi menjadi 6 sesi materi yang berkaitan dengan tema yang diambil yaitu mengenai Kedewasaan Iman, buah-buah pelayanan dan tentang Kerahiman Allah. Selain sesi materi, acara retret tahun ini juga banyak diselingi oleh permainan-permainan kelompok yang menguji kesadaran anggota lektor akan nilai-nilai pelayanan seperti menahan ego, belajar mendengarkan orang lain, ketepatan waktu, sabar dalam menghadapi masalah dan nilai-nilai lainnya. Dan setiap anggota lektor diminta membuat sebuah komitmen dalam diri masing-masing tentang apa yang akan dilakukan seusai acara retret selesai.

“Saya sangat senang sekali mengikuti retret lektor. Selain menambah pengetahuan akan kerohanian, saya juga bisa mengenal dekat teman-teman lektor lainnya yang jarang sekali bertemu. Kami bisa saling cerita dan berbagi ilmu satu sama lain selama retret tersebut. Materi yang disampaikan saat retret pun sungguh menarik dan sangat menambah pengetahuan saya tentang beriman yang dewasa. Saya seperti mendapatkan pencerahan atas pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam diri saya. Setelah retret ini saya akan memegang teguh komitmen yang telah saya buat selama retret,” ungkap Zita Wigandari Bedewoda (Lingk. Michael – Wil. 7) saat diwawancara oleh tim Warta Paroki.

“Semoga yang mengikuti acara retret ini dapat memaknai retret itu dan memahami Kerahiman Allah, menjadi pribadi yang lebih baik dengan Iman yang Dewasa dan berubah dalam pelayanan, tidak hanya di dalam kelompok Lektor saja tetapi juga pelayanan lain yang ada di gereja dan di masyarakat,” tegas Maria Melvina – Ketua Panitia Retret Lektor (Lingk. Helena – Wil. 5)

whatsapp_image_2016-09-19_at_3-00-07_pm whatsapp_image_2016-09-19_at_3-00-12_pm