Hijau di Kampung Bhinneka

Keuskupan Jakarta mencanangkan tahun 2018 sebagai Tahun Persatuan. Wanita Katolik RI Cabang Hati Kudus Kramat mewujudkannya dengan melakukan kegiatan bersama umat beragama lain yang ada di wilayah Paroki Kramat. Kegiatan menghijaukan lingkungan dipilih setelah tim Kampung Bhinneka WKRI melihat situasi di beberapa lokasi. Setelah melalu berbagai pembicaraan dan pertimbangan akhirnya diputuskan untuk memilih Jl. Kramat Pulo Gg. 9 Rt/Rw: 003/004, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen Jakarta Pusat sebagai lokasi penghijauan. Wilayah tersebut dipilih karena kondisi awal yang terkesan agak kumuh dan kotor. Lokasi itu berupa gang sempit yang gelap, penuh sampah dan gersang.

Untuk merealisasikannya, Tim Kampung Bhinneka WKRI bekerja sama dengan Seksi Lingkungan Hidup Paroki Kramat. Langkah awal pun segera diambil. Bu Erna yang tinggal di wilayah itu segera membicarakan ini dengan ketua RT setempat, sementara itu ibu-ibu dari Seksi Lingkungan Hidup segera menentukan jenis tanaman yang akan ditanam di sana. Pada hari yang ditentukan, Bu Erna de Rosari sebagai ketua Ranting yang wilayah pelayanannya mencakup daerah tersebut.

Pendekatan dan pembicaraan dengan ketua RT setempat rupanya membuahkan hasil yang baik. Ajakan untuk menghijaukan kawasan tersebut disambut baik dan antusias. Bahkan ibu RT turut melibatkan ibu-ibu PKK untuk mendukung kegiatan tersebut. Yang menggembirakan adalah warga setempat pun terlibat aktif dalam menjadikan lingkungan tersebut menjadi lebih baik.Ada yang berinisiatif mengganti bola lampu yang telah mati di lorong gang sempit menuju tempat tinggal mereka, ada pula yang memasang rak tanaman pada tembok.

Menariknya, di kampung tersebut ada seorang seniman lukis yang atas inisiatifnya sendiri menuangkan karyanya di salah satu tempat yang menjadi area hijau. Dia melakukannya sejak jam 03.00 hingga 06.00 setiap harinya agar tidak terlalu sering mendapatkan gangguan dari orang yang lalu lalang melewati tempat itu. Lebih dari itu, dia juga mengakui pada jam segitu keluar ide-ide yang akan dituangkan dalam bentuk lukisan.

Beberapa orang paruh baya tampak duduk-duduk di depan gapura masuk sebuah gang sempit. Tak berapa lama kemudian, datanglah sebuah mobil bak terbuka penuh dengan berbagai tanaman di dalam pot. Ketika kendaraan tersebut berhenti tepat di mulut gang, orang-orang berdatangan untuk menurunkan berbagai tanaman yang ada di dalamnya. Beberapa ibu dengan kaos berkrah warna biru tampak mengamati proses tersebut bersama dengan ibu RT setempat. Mereka adalah ibu-ibu dari WKRI yang terlibat penuh dalam kegiatan di wilayah tersebut.

Rupanya kegiatan ini juga mendapatkan perhatian dari perangkat desa setempat. Kepala desa sangat mengapresiasi. “Saya sangat mendukung dengan kegiatan ini dan sebenarnya ini juga menjadi kesukaan saya untuk menghijaukan tempat-tempat seperti ini”, demikian kata kepala desa Kramat saat datang meninjau lokasi.

Kampung Bhinneka telah membuktikan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Semua itu dicapai dengan pengorbanan yang tidak sedikit. Juga keberanian untuk membangun relasi dengan lingkungan yang sebagian besar warganya beragama lain.

Melalui kegiatan tersebut kita dapat merefleksikan bahwa dengan dialog yang terbuka, selalu ada kemungkinan untuk membuat sesuatu menjadi lebih baik. Pembicaraan antara tim WKRI Hati Kudus Paroki Kramat dengan ibu RT yang seorang muslim berhasil mengubah lingkungan yang sebelumnya terlihat kusam, gelap, dan kotor menjadi wilayah yang cantik, indah dan bersih. Inilah wujud dari dialog iman yang sederhana, namun mampu mengubah lingkungan menjadi lebih baik. 

Talkshow Kesehatan “Kenali Gejala Penyakit Jantung”

Minggu, 2 April 2017, Lingkungan Padre Pio – Wilayah 1 mengadakan acara talkshow kesehatan mengenai penyakit jantung yangSeminar Talkshow Kesehatan berjudul “Kenali Gejala Penyakit Jantung” di aula lantai 3 Gedung St. Antonius. Acara yang dihadiri oleh 172 orang ini mengundang pembicara yaitu dr. A.M Onny Witjaksono, SpJP dan dr.Alexandra J.Salim. Tingginya angka kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung koroner menjadi latar belakang diadakannya acara ini. Penyelenggara berharap, dengan adanya acara ini dapat menambah wawasan umat mengenai gejala penyakit jantung, beserta pencegahan, penanganan, serta pengobatan terhadap penyakit jantung.

“Semoga masyarakat terutama umat Paroki Kramat menjadi lebih hati-hati dalam memperhatikan kesehatan badan, terutama jantung dikarenakan jantung memiliki tanda-tanda yang kurang jelas sehingga sering disalahartikan oleh orang sebagai masuk angin, asma, otot pegal-pegal. Karena sering terjadi, orang tidak sadar bahwa jantungnya telah mengalami gangguan dan perlu cepat ditangani.” – tegas Ibu Antonia Enny Winarni – Ketua Lingkungan Padre Pio saat diwawancara oleh tim Warta Paroki.

Selain itu kesan positif juga dirasakan oleh Bapak Yulius Kurniawan dari Lingkungan St. Agustinus – Wilayah 4) mengenai kegiatan ini.“Saya ingin mendapat informasi mengenai bagaimana mengenali gejala penyakit jantung dan pencegahannya dari sejak usia muda. Saya menjadi memiliki pengetahuan mengenai cirri-ciri keluhan penyakit jantung, faktor-faktor penyebab penyakit jantung dan mengenali gaya hidup yang sehat. Sekarang saya mulai sadar dan praktek menjaga pola makan, olahraga teratur dan pola hidup yang sehat. Semoga semakin rutin acara seminar seperti ini diadakan dengan topik yang berbeda.” – jawab Bapak Yulius Kurniawan (Lingkungan St. Agustinus – Wilayah 4) saat diwawancara mengenai kesan dan pesan setelah mengikuti acara ini. (Arnold)

Workshop Photography – Ling. St. Yakobus Zebedeus – Wilayah 1

Pada tanggal 3 dan 17 Desember 2016, lingkungan Santo  Yakobus Zebedeus mengadakan workshop photography yang materinya meliputi teori dan praktek dalam menghasilkan objek foto yang baik. Tujuan diadakan workshop ini adalah untuk meningkatkan kemampuan umat wilayah 1 yang memiliki hoby photography dalam mengabadikan objek dengan kamera, sehingga dapat diperoleh hasil foto yang memiliki kualitas lebih baik, lebih artistic khusus dalam bidang komposisi gambar dengan mengurangi distorsi yang  tidak perlu di foto tersebut. Adapaun peserta yang mengikuti  workshop tersebut adalah Bpk. Anton Wijaya, Bpk. Kristanto dari lingkungan Santo Petrus , Bp. Milljas, Ibu dr. Sandra, saudari Vini, Bp. Hanny Sentosa  dari lingkungan  Santo  Yakobus Zebedeus , saudari  Novita dan saudari  Silvia  dari lingkungan Santo  Padre Pio )

Workshop ini menghadirkan mentor yang berkualitas yang berasal sekolah Darwin Professional  Photography yakni Bpk.Faizal Rachman .Di dalam workshop ini, Beliau memberikan beberapa materi basic photography yang  meliputi camera parts, jenis jenis  lensa, pencahayaan meliputi shutter speed, diafragma/aperture/f-stop,ISO/ASA, pengukuran cahaya  serta materi materi lainnya yang berhubungan dengan dunia photography

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dalam meliput kegiatan kegiatan di lingkungan dan Wilayah 1 kedepannya, dapat  menghasilkan foto foto yang lebih berkualitas.

Dibawah ini kami sajikan sebagian dari hasil foto yang kami buat pada saat praktek workshop photography tersebut.

    Foto Workshop Fotografi WIlayah 1 Foto Workshop Fotografi WIlayah 1 -2Foto Workshop Fotografi WIlayah 1 -3 Foto Pendalaman Iman Advent - Wilayah 1-5 Foto Pendalaman Iman Advent - Wilayah 1-4

Pendalaman Iman Advent – St. Agustinus – Wilayah 4

Memasuki Masa Advent yang merupakan rahmat bagi kita dan keluarga. Dengan penuh syukur dan gembira kita dapat berkumpul bersama dengan seluruh keluarga dari Lingkungan Santo Agustinus –Wilayah 4 dalam pertemuan kegiatan rohani sukacita di bulan Keluarga Advent 2016 dengan melakukan kegiatan pertemuan dalam kebersamaan yang memberikan makna untuk mempersatukan tali persaudaraan, terutama dalam jalinan cinta kasih.

Rekoleksi Keluarga mengambil 4 tema berbeda yang berjalan dengan sukacita. Hal ini terlihat pada sesi tema pertama “Keluargaku Sekolah Kehidupan”, dan kedua “Tetanggaku, Saudaraku” yang diadakan di kediaman Ibu Rachmat yang berjalan baik, penuh rasa persaudaraan, kasih dan kedamaian hati. Acara kegiatan pertemuan ini dipandu dari Tatanan Buku Komisi Kerasulan Keluarga.

Pertemuan kegiatan untuk sesi tema ketiga “Mencintai Bumi Kita”, dan keempat “100% Katolik” dilaksanakan juga dengan penuh sukacita melalui permainan-permaianan yang mempererat persaudaraan dalam kasih diantara sesama dan di dalam internal keluarga. Menambah ilmu pengetahuan, rasa syukur atas keimanan, dan  dalam pelayanan kasih. Pertemuan Keluarga pada sesi ini diadakan di kediaman Bapak Bindu Sibarani dari Lingkungan Santo Agustinus Wilayah 4.

Tuhan Yang Maha Kasih Memberkati Kita Dan Keluarga.Amin.

( CJB –  Lingkungan St. Agustinus Wilayah 4 )

Pendalaman Iman Lingk. St. Agustinus – Wil. 4

“ SEKOLAH KEHIDUPANKU “

Memasuki Masa Advent yang merupakan rahmat bagi kita dan keluarga. Dengan penuh syukur dan gembira kita dapat berkumpul bersama dengan seluruh keluarga dari Lingkungan Santo Agustinus – Wilayah 4 dalam pertemuan kegiatan rohani sukacita di bulan Keluarga Advent 2016 dengan melakukan kegiatan pertemuan dalam kebersamaan yang memberikan makna untuk mempersatukan tali persaudaraan, terutama dalam jalinan cinta kasih.

Rekoleksi Keluarga mengambil 4 tema berbeda yang berjalan dengan sukacita. Hal ini terlihat pada sesi tema pertama “Keluargaku Sekolah Kehidupan”, dan kedua “Tetanggaku, Saudaraku” yang diadakan di kediaman Ibu Rachmat yang berjalan baik, penuh rasa persaudaraan, kasih dan kedamaian hati. Acara kegiatan pertemuan ini dipandu dari Tatanan Buku Komisi Kerasulan Keluarga.

Pertemuan kegiatan untu sesi tema ketiga “Mencintai Bumi Kita”, dan keempat “100% Katolik” dilaksanakan juga dengan penuh sukacita melalui permainan-permaianan yang mempererat persaudaraan dalam kasih diantara sesama dan di dalam internal keluarga. Menambah ilmu pengetahuan, rasa syukur atas keimanan, dan  dalam pelayanan kasih. Pertemuan Keluarga pada sesi ini diadkan di kediaman Bapak Bindu Sibarani dari Lingkungan Santo Agustinus Wilayah 4.

Tuhan Yang Maha Kasih Memberkati Kita Dan Keluarga. Amin.

Kontributor : CJB –  Lingkungan St. Agustinus Wilayah 4 & diedit oleh Komsos Paroki

 rekoleksi-tema-1-dan-2 rekoleksi-tema-1-dan-2 rekoleksi-tema-1-dan-2 rekoleksi-tema-1-dan-2 rekoleksi-tema-3-dan-4 rekoleksi-tema-3-dan-4 rekoleksi-tema-3-dan-4 rekoleksi-tema-3-dan-4 rekoleksi-tema-3-dan-4

HUT Lingkungan Martinus

Setiap tanggal 11 Nopember, Gereja merayakan orang kudus yaitu Santo Martinus dari Tours atau Martin le Misércordieux, yaitu suatu perayaan makan-makanyang dilakukan pada musim gugur ketika penyemaian gandum sudah selesai. Santo Martinus sendiri dulunya merupakan seorang tentara Romawi. Dia dibaptis ketika dewasa dan menjadi seorang biarawan. Dia dipercaya hidup sederhana. Salah satu legendanya yang paling terkenal adalah bahwa dia pernah memotong separuh pakaian yang sedang dipakainya dan membaginya pada seorang pengemis pada badai salju, supaya sang pengemis tidak mati kedingininan.

Salah satu Lingkungan di Paroki Kramat dan berada di Wilayah VI mengambil Santo Martinus sebagai Santo Pelindungnya sehingga nama Lingkungan tersebut menjadi Lingkungan Santo Martinus.
Pada tanggal 16 Nopember 2016, bertempat di rumah Ibu Ana, dilangsungkan Misa Peringatan Santo Martinus yang dipimpin oleh Romo Agung, OFM. Misa yang dihadiri sekitar 40 orang warga ini hampir seluruhnya adalah perempuan.
Dimulai dengan menceritakan kisah Santo Martinus, Romo Agung melanjutkan kotbahnya dengan mengambil bacaan Injil hari itu tentang cara hidup orang kristiani dimana setiap orang telah diberikan talenta masing-masing untuk menjalankan harapan, iman dan kasih Allah dengan mengambil contoh kehidupan Santo Martinus itu sendiri. Dengan demikian, setiap orang kristiani akan menjalani hidupnya dengan tenang, sukacita dan bersyukur karena Allah selalu memberikan yang terbaik bagi dirinya.

Setelah Misa selesai, acara dilanjutkan dengan pemotongan kue ulangtahun oleh Rama Agung dan Ibu Pormina Silaen selaku ketua Lingkungan dan diberikan kepada segenap warga yang hadir dan dilanjutkan dengan makan malam bersama. Sambil menikmati hidangan, Romo Agung memberikan katekese yang sangat diperlukan, yaitu kematian dan pernikahan. Looooh ?
Ya…….Gereja menegaskan bahwa tubuh orang yang meninggal tetaplah ciptan Tuhan yang harus dihormati sehingga tubuh itu tidak boleh “dibuang”. Tubuh itu harus dijaga.
Oleh karena itu, Gereja menghendaki agar setiap jenazah dapat dimakamkan.
Gereja mengijinkan jenazah untuk di kremasi tetapi abunya harus ditempatkan dalam 1 tempat khusus dan diletakkan di tempat yang pantas dan dianggap kudus,
Abu kremasi TIDAK DIPERKENANKAN untuk ditabur di darat, di laut maupun di udara ( seakan menyatakan bajwa orang tersebut dibuang dari keluarganya ) atau diletakkan di tempat umum seperti rak tv, kamar mandi, di atas lemari, dll melainkan di suatu tempat khusus dan tidak dibagi-bagi menjadi beberapa tempat/guci. Khusus untuk di laut, abu diletakkan di sebuah guci yang diberikan pemberat yang cukup sehingga dapat tenggelam.

Selanjutnya, mengenai pernikahan. KAJ khusus Dekenat Pusat akan membuat suatu perubahan mengenai persiapan pernikahan dari pasangan pria dan wanita. Bagi pasangan yang akan menikah, tidak lagi mengikuti KPP alias Kursus Persiapan Perkawinan yang sebagai buktinya akan menerima sertifikat.
KPP akan diganti menjadi P3MRT yaitu Program Persiapan Perkawinan Membangun Rumah Tangga yang berlangsung lebih lama dari KPP.

Menyadari bahwa semakin banyaknya kasus perceraian yang disebabkan oleh “ketidakcocokan”, maka persiapan untuk hidup bersama perlu disiapkan sejak dini yaitu jangka pendek, menengah dan jauh.
Jangka pendek adalah dengan mengikuri P3MRT
Jangka menengah adalah sewaktu anak kita mulai pacaran dan
Jangka panjang adalah sewaktu anak kita mengalami akil balik.
Semua persiapan ini tentunya membutuhkan peran aktif dari orangtua untuk mengajarkan, mengajak dan mengarahkan putera/i nya,

Ternyata waktu sudah menunjukkan pkl 22.00 sedangkan pertanyaan seputar pernikahan masih banyak yang masih penasaran karena Gereja Katolik memiliki aturan yang paling konsisten untuk menjaga suatu pernikahan yang terjadi…….. 

Artikel oleh Sdr. Budi Santoso

 

 hutlingmartinus1 hutlingmartinus2 hutlingmartinus3 hutlingmartinus4