Berdoalah agar Tuhan Selalu Hadir dalam Pelayanan Kita

Itulah pesan penting yang disampaikan Rm Laurens Tueng, OFM dalam kegiatan rekoleksi dan Misa Paskah 2018 wilayah 7 yang mencakup lingkungan Mikael, Gabriel dan Raphael. Dalam homilinya, Rm Laurens Tueng, OFM menyampaikan pesan Injil agar kita turut meneladan Maria Magdalena yang dengan hati terbuka sungguh-sungguh mencari Yesus tiga hari setelah penguburan-Nya. Ia juga menjadi orang yang pertama kali mencariYesus yang telah bangkit. Pengalaman akan Yesus sungguh-sungguh mengesan dalam hidupnya. Karenanya tidaklah mengherankan jika dengan pengalaman imannya itu, Maria Magdalena yang sebelumnya adalah seorang pendosa, dapat berubah menjadi seorang pribadi yang setia kepada ajaran-ajaran Tuhan. Pengalaman iman itu rupanya juga didapatkan Maria Magdalena ketika ‘kehilangan Yesus’ setelah peristiwa salib. Rasa kehilangan akan Yesus membawanya pada krisis batin dan krisis iman. Dalam situasi seperti ini, Tuhan sendiri berkenan datang untuk membawa peneguhan kepadanya.
 
Meskipun demikian, Maria Magdalena juga mengalami keraguan yang mendalam akan kehadiran Tuhan. Ia pun sungguh tidak menyadari bahwa orang yang mendatanginya di dekat makam itu Tuhanyang sungguh telah bangkit. Baru setelah Tuhan meyakinkan dirinya, ia percaya sepenuhnya dan bahkan ‘diangkat’ menjadi orang pertama yang menyampaikan kabar kebangkitan Tuhan kepada para rasul dan semua orang. Kabar akan kebangkitan Kristus yang dibawa Maria Magdalena mampu membangkitkan semangat para rasul sehingga mereka tidak lagi menjadi tawar hati.
 
Dalam menjalankan pelayanan sehari-hari dalam keluarga, tempat bekerja, gereja dan masyarakat, kita pun sering mengalami krisis iman seperti yang dirasakan para rasul setelah kematian Yesus. Untuk mengatasi krisis iman para murid-Nya, Tuhan Yesus memberikan teguran atas kekerasan hati mereka. Karena itu, berdoalah selalu meminta Tuhan agar berkenan hadir dalam setiap pelayanan yang sedang kita lakukan. Dengan demikian, saat menjalankan pelayanan, Tuhan sendiri yang kita bawa kepada orang-orang yang kita layani. Bahkan tidak jarang, Tuhan sendiri berkenan hadir dalam diri orang-orang yang kita layani. Karena itu dalam menjalankan pelayanan, hendaknya kita melakukannya dengan sepenuh hati dan ketulusan.
 
Harus disadari bahwa sebenarnya tugas pelayanan itu merupakan satu cara untuk mewartakan Injil Tuhan kepada semua orang. Jika orang-orang melihat kebaikan-kebaikan kita, mereka dapat juga menangkap dan merasakan kebaikan-kebaikan Tuhan dalam dirinya. Sering terjadi, ada orang-orang yang dalam situasi seperti ini justru mewartakan dirinya sendiri dengan menyatakan bahwa pelayanan itu adalah pelayanannya. Maka dibutuhkan kerendahan hati dalam menjalankan setiap pelayanan. Kerendahan hati yang didasari oleh kesadaran bahwa Tuhanlah yang telah memampukan kita untuk melakukan perutusan dan pelayanan itu.
 
Karenanya, kita tidak boleh membeda-bedakan siapa yang kita layani. Entah itu orang yang percaya Yesus atau pun mereka yang belum mengenal Kristus, hendaknya mendapatkan porsi dan kesungguhan yang sama. Harus disadari bahwa Yesus mengutus kita untuk mewartakan Injil (kabar gembira) dalam segala bentuk pelayanan dan perbuatan kasih kita kepada keluarga dan sesama. Dengan demikian, melalui pelayanan itu nama Yesus semakin dipermuliakan dan dikenal semakin banyak orang.

 
Kegiatan rekoleksi dan Misa Paskah  2018 tersebut diadakan di Aula Lantai 3 STF Driyarkara Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 75 warga wilayah 7 dari semua kalangan. Rekoleksi tersebut mengambil tema “Menjalin Semangat Persatuan untuk Lebih Peduli dalam Pelayanan di Lingkungan, Wilayah, dan Paroki”. Kami percaya bahwa kegiatan tersebut akan membawa pencerahan bagi seluruh umat Wilayah 7 agar semuanya mau lebih peduli dan terlibat aktif dalam kegiatan pelayanan di Lingkungan, Wilayah dan Gereja Hati Kudus Paroki Kramat.
(Ben Setiadi)

Leave a Reply